Penugasan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa tahun terakhir banyak memanfaatkan media sosial sebagai salah satu kanal untuk menyebarkan ide/gagasan. Semenjak pandemi Covid-19, tugas dalam bentuk video ini makin meningkat frekeunsinya. Format tugas pelatihan dasar dahulunya hanya berbentuk statis seperti catatan, laporan atau presentasi, kini berbentuk dinamis dengan memanfaatkan video. Tugas yang dulunya hanya di kumpulkan ke mentor atau pengajar, kini harus ditampilkan kepada publik melalui sosial media. Bahkan penilaiannya pun sekarang telah di demokratisasi (atau di kapitalisasi) dengan jumlah tayangan dan engagement.
Dulu, saya hanya bisa urun engagement memberi like atau komentar untuk video teman-teman CPNS yang muncul di linimasa media sosial saya. Pada tahun 2022, saya tak lagi menjadi penonton, namun diharuskan untuk terlibat membuat kontennya dalam kegiatan Latsar CPNS Kementerian Lingkungan Hidup Tahun 2022. Pelatihan dasar ini dilaksanakan secara blended, hanya saja sebagian besar tugas dilakukan dengan metode pengajaran online dan tugas mandiri secara berkelompok maupun individu. Tentu saja seperti tugas CPNS lainnya yang mengharuskan memanfaatkan media video untuk menyampaikan sebuah pesan atau gagasan tertentu, kami sebagai peserta juga harus melakukan hal yang sama.
Blogpost ini akan membahas proses pembuatan video Visualisasi Bangsa dari Millenial mulai dari perencanaan hingga video terbit di media sosial.
Video Visualisasi Bangsa merupakan tugas Kelompok. Kami dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil dengan 3 orang anggota. Domisili anggota kelompok tersebar di Yogyakarta dan Sidoarjo. Sehingga opsi untuk mengerjakan bersama pada satu lokasi tidak bisa dilakukan.
Ketentuan untuk video visualisasi bangsa adalah sebagai berikut:
- Visualisasikanlah pengetahuan/wawasan Anda tentang Bangsa dan Negara dari perspektif (sudut pandang) Anda sebagai CPNS “milenial”.
- Pada bagian akhir video tersebut tambahkan tayangan pernyataan setiap peserta tentang Indonesia dengan kalimat yang menginspirasi dan berbeda satu sama lainnya
- Pastikan dalam video yang Kelompok Anda buat mencantumkan Sumber Video yang digunakan.
- Durasi video : ± 5menit
- Waktu pembuatan Video adalah 2 hari kerja (16 jam)
Berdasarkan ketentuan di atas, konteks video sudah sangat jelas, selanjutnya tinggal bagaimana mengemas konten yang akan dibuat agar tujuan yang ingin disampaikan dapat dipahami oleh penonton.
Faktor pembatas dalam pembuatan video ini adalah tantangan teknis. Sebagian besar peserta latsar CPNS bukan profesional videografer. Pembuatan Video profesional selalu melibatkan banyak orang, mulai dari kameramen/videografer, penata suara, aktor, sutradara, penulis naskah, sutradara, dan editor. Untuk menghasilkan video yang berkualitas perlu banyak profesional yang mengerjakan tugas spesifik secara baik. Maka dengan kemampuan sumberdaya yang terbatas(waktu, kemampuan, dan peralatan) strategi dalam pembuatan video kali ini dibangun dengan dengan apa yang bisa dilakukan dengan sumberdaya yang tersedia.
Proses pembuatan video ini terdiri atas:
- Pembuatan Script, ini dilakukan bersama-sama melalui brainstorming poin-poin penting apa yang perlu disampakan dan menuliskan deksripsi yang lebih enak untuk di dengarkan, penulisan dilakukan secara online melalui google docs. Waktu yang dihabiskan untuk membuat script kurang lebih 2,5 jam.
- Pengambilan Suara, pengisi suara disepakati menggunakan suara perempuan untuk memberikan kesan yang lebih halus dan lembut, selain itu beberapa riset menyatakan suara perempuan lebih disukai oleh pendengar. Karena tidak menggunakan visual dari narator (A-Roll), maka pengambilan suara dapat dilakukan dengan membaca teks. Aplikasi yang diguakan pun sangat sederhana yaitu voice recorder dari handphone. Pengambilan suara narasi sepanjang 3,5 menit membutuhkan waktu pengambilan suara sekitar 30 menit.
- Penyediaan materi video (Audio dan Video), Ketentuan bahwa kami dapat mengambil video dan atau audio dari sumber lain (selama di izinkan dan mencantumkan sumber) sudah mengurangi beban untuk menjadi videografer, penata suara dan aktor. Oleh sebab itu, selesai membuat narasi, kami fokus pada pencarian visual yang dapat merepresentasikan narasi (B Roll). Pada tahapan ini, spesifikasi teknis untuk editing dipertimbangkan. Spesifikasi materi antara lain: a. berasal dari sumber yang memperbolehkan pengambilan sebagian kontennya; b. kualitas video minimal adalah 1080p; c. Tidak banyak watermark sehingga tidak mengganggu visual video. Materi audio dan video yang relevan dikumpulkan dengan menggunakan google spreadsheet. Penyediaan materi ini lumayan memakan waktu dan kuota internet, sebab yang harus di download ada banyak. Aplikasi dengan keyword Youtube Downloader Online sangat membantu dalam pengumpulan materi. Selama dalam proses editing, kami terkadang harus kembali ke proses ini untuk mencari materi yang lebih relevan sesuai dinamika yang ada, proses ketiga ini memakan waktu kumulatif sekitar 4 jam.

List Bahan Video - Editing Video
Proses editing merupakan proses yang memakan waktu dan energi paling besar. Proses editing sangat bergantung pada aplikasi editing video yang digunakan. Aplikasi yang digunakan dalam pembuatan video tugas ini adalah:
CapCut, aplikasi ini menjadi salah satu rekomendasi yang paling banyak muncul untu editing video bagi pemula, fiturnya mudah dipahami dan bisa di install di handphone android maupun iphone.
Canva, salah satu aplikasi desain grafis yang lumayan lengkap, ada fitur editing videonya namun tidak se-powerfull CapCut, aplikasi ini digunakan untuk pembuatan cover depan dan belakang untuk Youtube serta digunakan untuk membuat slide presentasi menjadi video. Semua materi yang diperlukan untuk menciptakan video, seperti musik, gambar, slide, video dan rekaman suara di ramu dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di dua aplikasi tersebut.


Dalam proses Editing, kami lebih banyak mencontek praktik baik yang sudah ada. Praktik baik ini kami ambil dari pembuat konten video yang lebih mapan serta tips yang tersebar di Internet. Beberapa praktik baik yang kami adopsi antara lain adalah:
Audio
Salah satu elemen terpenting dalam pembuatan video adalah kualitas audio yang memadai. Pesan yang ingin disampaikan lebih mudah di utarakan dalam bentuk suara ketimbang visual, apalagi kemampuan editing kami masih terbatas. Selain itu, audio membantu memberikan kesan yang lebih kuat dan menambahkan dimensi yang tidak dapat dicapai hanya dengan visual. Halangan teknis dapat dikurangi dengan memfokuskan konten pada narasinya. Karena itu pengisi suara sangat dominan pada video yang kami buat, hampir 2/3 video terisi audio narasi.
Video
Narasi perlu didukung dengan visual yang berkaitan. Karena diperbolehkan mengambil video dari sumber lain ini sangat membantu kami dalam memvisualisasikan narasi yang ada. Kami fokus mencari visualisasi yang relevan dengan narasi dan fokus mencari visualisasi dengan kualitas yang terbaik. Setiap visualisasi dihadirkan tak lebih dari 10 detik agar tidak monoton serta tidak membuat penonton bosan. Visualisasi yang diambilpun selalu visualisasi yang menarik ataupun unik. Praktik ini kami ambil dari video praktik yang digunakan dalam video tiktok.
Subtitle/Takarir
Praktik ini belakangan muncul dan menjadi standar praktik baik dalam pembuatan video. Tujuan utamanya adalah memberikan akses yang lebih luas kepada penyandang disabilitas. Namun kemunculan takarir juga membantu penonton biasa untuk lebih memahami narasi yang ada. Adanya audio dan takarir menguatkan ide yang ingin kami sampaikan.
Takarir membantu mereduksi kelemahan akibat kualitas audio voice over yang masih rendah. Jika di dengarkan dengan lebih teliti, pada voice over ada suara yang kurang jelas, pelafalan yang kurang tepat, ataupun gangguan suara eksternal seperti suara knalpot motor. Adanya takarir membantu mengurangi kelemahan voice over, sehingga pesan yang ingin disampaikan tetap dapat dipahami penontonnya.
Penempatan takarir yang tidak persis di tengah sebenarnya memiliki tujuan agar tulisan dapat dibaca melalui platform media sosial seperti instagram, facebook, dan tiktok dimana ada penghalang akibat fitur di media sosial tersebut. Takarir tidak di tempatkan persis di tengah, melainkan pada posisi dimana takarir dapat di baca tanpa ada penghalang.

Thumbnail/Sampul
Video yang sudah selesai di edit sebenarnya bisa langsung di upload, sebab semua ketentuan telah terpenuhi. Namun sebagai upaya going for extra miles. Kami menambahkan sampul depan agar menarik perhatian penonton sehingga mau menonton video, sebab salah satu kriteria penilaian adalah jumlah view, like dan comment. Sampul Belakang Juga di tambahkan untuk memberi informasi siapa saja yang terlibat dalam pembuatan video dan juga sebagai pengarah ke video lainnya. Sampul kami buat dengan tulisan judul besar yang mudah terbaca, judul muncul agar ide utama video dapat segera dipahami oleh penonton. Warna yang dipilih juga warna yang menonjol diantara keramaian dari banyaknya video sejenis.

Hasil Akhir
Berikut merupakan video Visualisasi Bangsa dari Millenial dari kelompok kami.
Evaluasi
Views dan Like
Views yang didapat mencapai 2.400 tontonan dengan jumlah like sebanyak 212. Di bandingkan dengan angkatan lain ataupun kelompok lain, hasil ini termasuk yang tertinggi, namun bisa saja tingginya jumlah tontonan ini disebabkan karena kami adalah angkatan pertama dan termasuk uploader awal sehingga bisa mendatangkan traffic sebanyak itu. Asumsikan hanya ada 25% penonton yang menonton sampai akhir, maka ada sekitar 50 jam tontonan. Dengan ukuran kerja selama 16 jam dan menghasilkan 50 jam tontonan, dapat dikatakan sudah profit dari segi waktu yang dikeluarkan.
Kualitas
Masih belum smooth, gambar kadang terpotong pada waktu yang kurang tepat. Audio yang naik turun terutama saat transisi suara dari lagu ke voice over dan sebaliknya. Namun mengingat kemampuan teknis dan waktu yang tersedia, kami cukup puas dengan hasil ini.
Copyright Infringement
Meskipun sudah mencantumkan sumber video dan audio. Konten video tidak dapat naik di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Penggunaan Lagu Superman is Dead “Jadilah Legenda” terdeteksi sistem di Platform Facebook dan Instagram sebagai pelanggaran Hak Cipta, ini adalah deteksi otomatis terlepas dari acknowledgement kami terhadap karya tersebut di video dan caption. Kami masih dapat meng-upload di Youtube karena ada protokol yang membuat video tidak bisa dimonetisasi. Faktor deteksi copyright otomatis oleh sistem tidak kami pertimbangkan sama sekali sehingga untuk opsi untuk mengganti latar suara sudah tidak memungkinkan. Ini menjadi pembelajaran berharga untuk tidak memilih lagu atau video dari Major Label apabila tidak ingin kena Copyright Infringement.
___________________________________________________________________________________ Di Balik Tirai terinspirasi dari "Di Balik Tirai Aroma Karsa" karya Dee Lestari dan konten Behind The Scene yang ada pada film/tv series. Tujuannya adalah berbagi proses, tantangan, serta pertimbangan teknis maupun non teknis yang mempengaruhi output/produk/karya yang saya hasilkan.



