
Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan by Agustinus Wibowo
My rating: 5 of 5 stars
Sebuah buku perjalanan yang lain dari yang biasanya aku baca. Buku tentang perjalanan yang biasa berkisar pada sebuah motivasi akbar untuk mencapai tempat-tempat eksotis sebanyak mungkin, melewati berbagai pintu imigrasi sambil menghitung sudah berapa cap imigrasi yang tertoreh di passport. Namun tulisan Agustinus Wibowo ini benar-benar beda. Beda banget !
Narasi perjalanannya disajikan secara berkelindan dengan perjuangan mama penulis dalam menghadapi penyakit kanker. Semuanya diramu dengan sangat menarik dan saling terkait satu sama lain. Cerita perjalanan hampir selalu personal, namun semua selalu berkaitan dengan perjalanan yang si pejalan lalui. Memasukkan unsur perjuangan sang mama dalam menghadapi kanker selayaknya “perjalanan” memberikan gambaran yang mendalam tentang pencarian sebuah makna dari perjalanan yang lebih dalam.
Tempat yang dikunjungi penulis bukanlah tempat yang asik untuk berwisata. Tibet, Nepal, India, dan Pakistan bukanlah tempat yang menyenangkan untuk dilalui dengan berjalanan darat dari Beijing. Agustinus Wibowo tak cuma bercerita mengenai proses perjalanan, cerita suka-duka dalam menempuh perjalanan, bagaimana interaksinya dengan otoritas dan warga setiap daerah/negara yang ia kunjungi, namun juga menyelami lebih dalam tentang fantasi yang tergambar di pikirannya ketika berangkat dan realita yang dihadapi ketika ia telah mencapai lokasi tujuannya. Makna negara dan nasionalisme ketika di Tibet, makna modernitas bagi orang-orang Nepal, makna Agama, Politik, Kesehatan dan berbagai macam hal lainnya. Selalu ada refleksi dan kontemplasi yang diangkat disetiap peristiwa yang dilalui mulai dari yang remeh sampai yang serius.
Kesempatanku menjejakkan kaki di tempat dan negara yang dikunjungi penulis tentu sangat minim. Namun refleksi dan makna perjalanan yang diangkat penulis dalam buku ini memperkaya diriku akan banyak hal.



