Resensi: Rich Dad, Poor Dad

Share the Post:
Menyoroti literasi finansial yang kebanyakan hanya diajarkan oleh orangtua yang bahkan pengalaman finansial mereka sendiri tak layak dijadikan contoh.
Money Ilustration from Pixabay
Rich Dad, Poor DadRich Dad, Poor Dad by Robert T. Kiyosaki
My rating: 4 of 5 stars

One of the Classics.

Buku ini cukup banyak mendobrak paradigma umum, terutama yang diajarkan oleh poor dad. Dalam pembukanya Robert mengatakan:
One of the reasons the rich get richer, the poor get poorer, and the middle class struggles in debt is that the subject of money is taught at home, not in school. Most of us learn about money from our parents. So what can poor parents tell their child about money? They simply say, “Stay in school and study hard.” The child may graduate with excellent grades, but with a poor person’s financial programming and mindset.


Ia menyoroti literasi finansial yang kebanyakan hanya diajarkan oleh orangtua yang bahkan pengalaman finansialnya sendiri tak layak dijadikan contoh. Sistem pendidikan yang ada hanya memberi murid bekal untuk menjadi Employee atau Self-Employee, tidak ada yang mendidik untuk menjadi Business Owner ataupun InvestorWalaupun saat ini orang-orang mulai melek secara finansial, kebanyakan langsung melompat ke investasi tanpa mempertimbangkan pondasi utamanya berupa dana darurat, menghindari hutang berbunga tinggi, dan asuransi.

yang membuat buku ini masih relevan walaupun banyak instrumen investasi yang berkembang sejak buku ini dibuat adalah Robert Kiyosaki menyadarkan kita akan apa yang namanya aset tidak sama dengan aset dalam pembukuan akuntansi perusahaan. Barang-barang seperti bangunan, kendaraan, dan berbagai peralatan lain bagi perusahaan termasuk aset, namun bagi individu barang-barang tersebut kebanyakan hanya menjadi liabilities namun dibukukan menjadi aset.

Satu lagi kesadaran baru yang aku bisa dapat adalah ketika Robert beragumen kepada jurnalis yang memawancarainya bahwa ‘Best Selling’ dan ‘Best Writing’ adalah hal yang berbeda. Hal ini pulalah yang menyebabkan banyak orang dengan skill mumpuni secara ironis mempunyai kesulitan dalam hal finansial.

“How many of you can cook a better hamburger than McDonald’s?” almost all the students raise their hands. I then ask, “So if most of you can cook a better hamburger, how come McDonald’s makes more money than you?”


View all my reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts