Seperti cerita fiksi, Joshua Foer seorang adalah seorang jurnalis yang kemudian menjadi juara US memory competition. Seperti sub judulnya, buku ini membedah pengalaman Josh saat mendalami teknik untuk mengingat angka, gambar, wajah dan puisi yang mengantarkannya menjadi juara US memory. Menghafal/Mengingat adalah skill manusia yang menghilang di zaman modern.
Saat meliput kejuaraan ini untuk kepentingan jurnalistik ia bertemu dengan Ed salah seorang “Mental Athelete” yang menjadi kemudian mentornya. Ed dalam keterangannya kepada Josh menjelaskan bahwa permasalahan ingat-mengingat adalah bukanlah talenta alami, namun teknik yang dapat dikuasai. Ia sendiri meyakinkan Josh, kalau dia mencoba menerapkan teknik ini, ia yakin Josh setidaknya bisa masuk ke kompetisi yang ia liput saat itu.

Teknik yang digunakan memiliki berbagai nama ada yang menyebutnya Mnemonic, Mind Palace, Mind Mapping. Namun inti dari teknik ini adalah mengkaitkan subjek yang dihapal dengan secara spasial dan memberinya kesan yang memorable sehingga mudah untuk diingat. Hence, judul Moonwalking with Einstein yang awalnya terkesan aneh menjadi masuk akal setelah aku membacanya.
Meskipun setelah membaca buku ini tidak membuat aku berminat untuk mencoba meningkatkan kemampuan menghapalku, seperti halnya membaca buku masak tidak membuat aku tertarik memasak.
Meskipun begitu, aku menikmati membaca buku ini. Buku ini memberikan perspektif baru tentang kebiasan mengingat atau menghapal. Buku ini memberi penjelasan bahwa tradisi tulis yang kita nikmati saat ini masih sangatlah baru, kita baru benar-benar bisa menikmati kemudahan mendapatkan pengetahuan dan informasi dalam bentuk tulisan setelah era mesin printing guttenberg. Sebelum itu tradisi tulis hanyalah sebagai media untuk menguatkan hapalan. Lebih mudah menurunkan pengetahuan secara lisan. Karena itu orang yang hapalan dan ingatannya bagus adalah orang yang “berilmu”. Dalam islam perawi hadis juga diriwayatkan memiliki hapalan yang luar biasa.
Pembahasan mengenai kemampuan mengingat manusia dari sisi sains juga dijabarkan dengan baik di buku ini, Josh memberikan 2 pembahasan yang saling berlawanan untuk memudahkan dalam memahami kerja otak manusia dalam kemampuan mengingat yaitu tentang studi mengenai orang yang mengingat banyak dan orang yang mudah lupa. Khusus subjek Si Pelupa, orang tersebut diwawancara langsung oleh Josh. Ia minta untuk diantar keliling di lingkungan rumah Si pelupa ini dan ditolak. Si Josh akhirnya nunggu beberapa waktu, dan meminta kembali untuk diantar keliling di sekitar, kali ini si pelupa menjawab dengan senang hati akan menemani, Kocak dah.
Dalam epilognya Josh menjelaskan kesannya selama mendalami teknik menghapal ini adalah:
“What I had really trained my brain to do, as much as to memorize, was to be more mindful, and to pay attention to the world around me. Remembering can only happen if you decide to take notice.”



