
Opus by Satoshi Kon
My rating: 3 of 5 stars
Saya melanjutkan eksplorasi komik lainnya setelah berhasil menyelesaikan Buddha, Vol. 1: Kapilavastu. Saya ingin mencari manga lain yang bertema serius tapi juga tidak terlalu banyak volume nya, sehingga bisa cepat selesai dan tidak terlalu boros. Dari kriteria tersebut, munculah karya Kon Satoshi sebagai kandidat. Kon Satoshi lebih dikenal di dunia Anime, meskipun begitu Manga garapan Kon Satoshi cukup sering di rekomendasikan oleh beberapa penggemar/reviewer manga.
Kesan pertama saat membaca halaman awal adalah kaget. Sebab aku merasa sepertinya ada kesalahan cetak. Lha wong niatnya mau baca Opus, tapi kok Judul, informasi tepi, header, dan footer pada yang kubaca malah mengindikasikan bahwa ini adalah manga berjudul “Resonance. Aku bahkan sempat berpikir ada kesalahan pada buku (komik) elektronik yang aku beli. Hanya saja setelah ku cek halaman selanjutnya, tiba-tiba ada penurunan kualitas gambar komik, tak ada lagi latar detil, gambar mulus, yang muncul kemudian hanyalah coretan-coretan panel sederhana. Ternyata inilah trik awal yang digunakan Kon untuk membawa pembacanya ke dalam fiksi dalam fiksi.

Chikara Nagai sang mangaka yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini ternyata sedang dalam proses memberikan “ending” ke manga garapannya yang ditayangkan secara reguler dalam sebuah majalah. Ia berencana membunuh salah satu tokoh sentral di manga buatannya. Disinilah bisnis proses bagaimana manga dibuat sedikit dibuka untuk para pembaca. Sebagai seorang mangaka ia tidak bekerja sendiri, ia dibantu juru gambar yang tugasnya adalah memberikan pendetilan pada latar atau membuat gambar yang lebih representatif dalam manga, selain itu Chikara juga berkomunikasi dengan editor majalah untuk mendapatkan umpan balik ataupun insight tentang keinginan dari pembaca manga. Meskipun begitu karakter dan alur cerita adalah tanggungjawab penuh dari sang mangaka. Proses bisnis bagaimana manga dibuat sedikit tergambar di bagian ini. Pembicaraan dengan editor majalah membuatnya harus memikirkan ulang, bagaimana cara yang tepat untuk mengakhiri manganya. Malamnya ketika ia harus lembur menyelesaikan panel terakhir, dalam keadaan kelelahan dan tekanan deadline tiba-tiba chikara melihat karakter dalam manga yang ia buat yang bernama Li muncul membawa kabur panel terakhir itu ke dalam dunia manga. Chikara kemudian tersedot masuk ke dalam dunia manga yang ia ciptakan sendiri.
Masuk ke dalam dunia fiksi yang ia buat sendiri membuat Chikara kaget sekaligus takjub. Ia masih tak percaya apa yang dialaminya, ia yakin ia hanya kebanyakan bekerja, sehingga kala tidur pun mimpinya juga berisi pekerjaan. Ia terjebak di tengah-tengah pertempuran yang sedang berlangsung dalam edisi manga terakhir. Ia bertemu dengan Satoko, salah satu protagonis dalam “Resonance”. Satoko dibuat bingung dan curiga sebab Chikara banyak tahu tentang Satoko padahal ini adalah kali pertama mereka bertemu, Sampai tiba-tiba kepala Chikara meledak dan mengeluarkan lembaran-lembaran kertas panel manga berisi kehidupan dan detil satoko sejak volume 1 sampai terakhir. Momen inilah yang kemudian memunculkan kesadaran eksistensi yang baru bagi Satoko. Sebab selama ini kesadaran dan pengalaman yang diperolehnya hanya membuatnya berfikir bahwa dunia Satoko adalah dunia nyata dan semua pengalamannya adalah nyata, bukan sebuah bagian dari cerita fiksi yang dikarang oleh mangaka. Hal ini tentu merubah dinamika yang ada.
‘I was just.. In your head?!’
-Satoko
Chikara yang masuk ke dalam manganya sendiri pun jadi menyadari ia memiliki kekuatan di manganya, sebab ia pencipta ia tahu segala sesuatu dan apapun yang ia gambar akan muncul menjadi kenyataan di dunia manga. Tentu saja Chikara bukanlah pencipta yang sempurna. Pengejaran Lin membawa Chikara dan Satoko ke tempat-tempat yang ia abaikan, semakin jauh tempatnya dari pusat gambar semakin minim detilnya, sehingga gedung-gedung dalam background ternyata hanyalah tumpukan karton berbentuk gedung. Ia pun bertemu dengan manusia-manusia tanpa wajah, sebab peran tak penting mereka membuat ia dulu enggan menambahkan detil ataupun wajah ke mereka. Kekurangan-kekurangan ini nantinya menjadi penghias chapter lain
Perjalanan Chikara dan Satoko dalam menentukan ending yang tepat untuk “Resonance” sangat seru. Bisnis proses pembuatan manga sebagian terekspos mulai dari penentuan karakter, penggambaran, editorial, hingga faktor ekonomi lanjut atau tidaknya sebuah manga. Feel manga juga berbeda antara dunia Chikara dan dunia Satoko sehingga pembaca setidaknya bisa mengenali sedang di realita yang mana.



