Buku ini ditulis oleh Kate Raworth seorang ekonom asal Inggris. Raworth mengambil jurusan Politik, Filsafat, dan Ekonomi di Universitas Oxford, berhasil lulus dengan predikat sangat baik atau yang biasa disebut dengan first-class honours. Ia juga mendapatkan gelar Master dalam bidang ekonomi pembangunan dan juga meraih gelar doktor kehormatan dari Business School Lausanne. Gelar ini adalah pengakuan atas kontribusi pentingnya dalam bidangnya. Sebelum menulis buku “Doughnut Economics“, Kate Raworth berkarir di Persatuan Bangsa-Bangsa.
Kritik terhadap Ekonomi Neoklasik
Paul Samuelson adalah sosok yang dianggap membuat deviasi ekonomi ala Adam Smith ke Ekonomi Neoklasik. Ia sangat berpengaruh dalam ilmu ekonomi karena perannya dalam memperkenalkan matematika ke dalam penalaran ekonomi. Dia adalah ekonom pertama yang memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang Ekonomi dan bukunya, “Economics: An Introductory Analysis“, dianggap sebagai buku teks standar dalam ilmu ekonomi selama beberapa dekade.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu indikator ekonomi yang paling sering digunakan karena dapat memberikan gambaran umum tentang keadaan ekonomi sebuah negara. PDB mengukur nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu.
PDB menjadi penunjuk apakah ekonomi sedang tumbuh dan sehat atau sebaliknya. Jika PDB menunjukkan peningkatan, maka ini dapat diartikan bahwa ekonomi sedang berjalan baik dengan produksi barang dan jasa yang meningkat. Sebaliknya, jika PDB menunjukkan penurunan, ini bisa menjadi pertanda bahwa ekonomi sedang mengalami penurunan dan membutuhkan perhatian dari pengambil kebijakan.
Indikator ini juga bisa menjadi alat untuk membandingkan kesejahteraan ekonomi antar negara. PDB per kapita, misalnya, sering digunakan untuk membandingkan standar hidup rata-rata di berbagai negara. Ekonom menggunakan indikator ini untuk mengukur progress.
Raworth berpendapat bahwa model neoklasik yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang tidak berkesudahan sebagai tanda kesejahteraan, mengabaikan realitas bahwa sumber daya Bumi terbatas. Dalam konseptualisasi neoklasik, lingkungan biasanya dianggap sebagai ‘eksternalitas’, berarti biaya atau manfaat yang tidak dihitung dalam komputasi pasar. Padahal kerusakan lingkungan yang diakibatkan produksi bisa melampaui nilai yang dihasilkan dan berdampak pada masyarakat yang tidak menikmati keuntungan finansial yang diperoleh. Ekonomi neoklasik juga dikritik karena sering gagal untuk mempertimbangkan ketidaksetaraan dalam distribusi kekayaan dan pendapatan.
Apa yang dikemukakan oleh Kate Raworth pernah pula diungkapkan oleh Goenawan Mohammad dalam salah satu esai catatan pinggirnya. Para Ekonom banyak yang meyakini bahwa keadilan– dalam arti distribusi kekayaan yang merata– akan terjadi jika kekayaan di masyarakat kian tumbuh. Hal ini dikenal dengan trickle down effect. John Kenneth Gilbraith mengumpamakan: “Bila kuda diberi makan cukup banyak dedak, dedak itu akan tercecer untuk burung layang-layang. Tapi apa lacur: sampai hari ini, si kuda makin gemuk dan ribuan burung layang-layang tetap lapar.
Buku Paul Samuelson yang legendaris berisi berbagai gambar dan diagram yang tujuannya adalah untuk mempermudah mahasiswa MIT yang mayoritas adalah mahasiswa teknik agar dapat belajar (dan lulus) mata kuliah ekonomi. Visualisasi terbukti membuat mata kuliah ekonomi bisa lebih dipahami oleh mahasiswa MIT. Kate Raworth mengikuti jejak Paul Samuelson dengan membuat gambar atau ilustrasi mengenai bagaimana seharusnya ekonomi dijalankan di abad 21.


Kerangka Kerja Doughnut Economics
Doughnut Economy atau ekonomi donat adalah model ekonomi yang Kate Raworth ajukan sebagai antitesa dari pendekatan Neoklasik yang dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi zaman. Model ini bertujuan untuk mencapai “zona aman dan adil” untuk kemanusiaan yang berada di antara batas-batas sosial dan ekologi bumi.
Bentuk “donat” dalam model ini merujuk pada dua lingkaran. Lingkaran dalam adalah pondasi sosial, menggambarkan standar minimum bagi kehidupan manusia seperti makanan, pendidikan, perumahan, dan keadilan politik. Apabila kita berada dibawah batas fondasi sosial maka hak-hak kita sebagai manusia belum dapat dipenuhi. Negara harus memenuhi hak-hak ini. Lalu Lingkaran luar adalah batas ekologi planet, lebih mudahnya adalah daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Jika kita melewati lingkaran luar ini, maka aktifitas yang kita lakukan akan berdampak negatif pada Bumi.
Jadi, gagasan inti dari ekonomi donat adalah mencoba mencapai keadaan di mana kita memenuhi kebutuhan semua orang, tetapi tidak melebihi kapasitas planet kita. Strategi ini mendorong perkembangan berkelanjutan, tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, dan mempromosikan distribusi sumber daya yang lebih adil.
7 Cara berfikir Ekonom Abad 21

- Ubah Tujuan Ekonomi: Penulis mengusulkan agar kita bergerak dari pertumbuhan ekonomi yang terfokus pada PDB ke arah sebuah model yang berfokus pada kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan.
- Lihatlah Sistem, Bukan Mesin: Raworth berpendapat bahwa kita harus melihat ekonomi sebagai bagian dari sistem yang lebih besar, dan di dalamnya, semua elemen berhubungan.
- Nurani Alam: Penulis menyarankan agar kita balikkan pandangan neoklasik tentang sifat manusia dan beralih kepada melihat manusia sebagai bagian integral dari alam.
- Bekerja Dengan, Bukan Melawan, Siklus dan Sistem: Ini melibatkan pemahaman bahwa ekonomi adalah sistem dinamis yang kompleks dan harus dikelola dengan cara yang mencerminkan hal ini.
- Merancang untuk Mendistribusikan: Raworth berpendapat bahwa ketidaksetaraan bukanlah efek samping dari pertumbuhan ekonomi, tetapi hasil dari desain sistem kita. Kita perlu merancang ekonomi yang secara fundamental mendistribusikan kekayaan dan kekuasaan.
- Merancang Agar Regeneratif: Alih-alih berusaha memaksimalkan efisiensi (yang bisa merusak lingkungan dan masyarakat), kita perlu beralih ke model ekonomi yang menghargai dan bekerja dengan siklus alam.
- Jadilah Akar Agar Bisa Berkembang: Dalam istilah lain, ini berarti menciptakan ekonomi yang kokoh dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Kate Raworth memperjelas bahwa ekonomi donat bukanlah tujuan akhir, melainkan panduan menuju sistem ekonomi yang seimbang, di mana pekerjaan manusia ditempatkan di pusat sistem tersebut – bukan teknologi atau pertumbuhan ekonomi tanpa henti.



