Resensi: Misbehaving

Share the Post:
Richard Thaler adalah murid awal ekonomi perilaku yang kemudian menjadi salah satu figur autoritatif
Image by www_slon_pics from Pixabay
Misbehaving: Terbentuknya Ekonomi Perilaku

Misbehaving: Terbentuknya Ekonomi Perilaku by Richard H. Thaler
My rating: 4 of 5 stars

Tak seperti Daniel Kahneman yang memiliki latar belakang Psikologi, Thaler memiliki latar belakang Ekonomi yang kemudian belajar tentang perilaku, suatu hal yang sangat langka pada masanya. Richard Thaler adalah murid awal ekonomi perilaku yang kemudian menjadi salah satu figur autoritatif dalam ekonomi perilaku.

Aku membaca buku ini sambil membayangkan Richard Thaler sedang memberikan semacam orasi ilmiah untuk peringatan dies natalis fakultas Ekonomi jurusan Ekonomi Perilaku (sebuah orasi yang sangat amat panjang tentunya). Biasanya dalam acara tersebut pembicara akan menjabarkan sejarah perkembangan keilmuan mulai dari masa lalu, masa kini, serta harapannya dimasa mendatang. Orator tentunya perlu menegaskan kembali dasar-dasar ontologi dan epistemologi mengapa subjek yang dipelajari termasuk ilmu yang penting dan perlu dipelajari. Tentunya karena ini adalah acara dies natalis yang dihadiri civitas akademika dan tamu undangan, cerita-cerita personal, anekdot, serta peristiwa-peristiwa bersejarah atau menarik yang berkaitan akan diselipkan sepanjang orasi.

Kurang lebih seperti itulah isi buku Misbehaving: Terbentuknya Ekonomi Perilaku. Buku ini terdiri atas 8 bab yang disusun secara kronologis berdasarkan perjalanan karir akademik Richard Thaler sebagai murid awal hingga menjadi figur autoritatif ekonomi perilaku. Penyusunan secara kronologis ini memudahkan pembaca awam memahami bagaimana ekonomi perilaku berkembang. Studi kasus yang diangkat dalam buku ini lumayan menarik.

Harga sebuah nyawa

Tesis pascasarjana Thaler adalah tentang menilai harga sebuah nyawa, caranya adalah mengajukan 2 pertanyaan mengenai kesediaan orang untuk membayar obat jika terkena penyakit dan berapa ganti rugi yang ingin diterima jika terkena penyakit. Disini Thaler hanya mengikuti kaidah negasi dalam logika sains. Simpulan yang didapat sangat menarik: orang hanya mau bayar sedikit untuk obat yang menyelamatkan nyawanya, namun minta bayaran yang besar apabila ia beresiko terkena penyakit mematikan. Padahal menurut ekonomi tradisional harga yang diminta harusnya sama.

Pembuatan model pasar lewat jual beli Mug Kampus juga menarik, karena prediksi ekonomi dengan sangat yakin bisa memprediksi berapa jumlah transaksi yang akan berlangsung dan pertukaran yang terjadi, namun beberapa mahasiswa pascasarjana yang jadi peserta justru lebih tertarik terhadap mug nya ketimbang transaksinya, sehingga transaksi dan pertukaran yang terjadi tidak sesuai dengan model prediksi. Permainan tahanan, adalah bentuk yang terus menerus muncul dalam berbagai variasi dibuku ini. Pemodelan yang dibangun dalam penelitian Ekonomi Perilaku ini menurutku lumayan kreatif, meskipun penulisnya sendiri mengakui sulit sekali merancang model yang paten untuk mengisolasi fenomena yang diamati dari berbagai eksternalitas.

Kesimpulan yang didapat dari berbagai penelitian awal ekonomi perilaku adalah asimetri, hanya saja menurutku asimetri di ilmu sosial seharusnya lebih wajar, sebab modelnya cenderung sengkarut (chaos) dibandingkan model ilmu alam. Selain itu, aku sendiri masih sangat asing dengan metodologi penelitian di bidang sosial dan aku punya skeptisisme yang besar terhadap hasil analisis yang diperoleh dari kuesioner dan jawaban-jawaban atas pertanyaan hipotetikal.

Bagiku bab yang paling menarik dalam buku ini adalah bab V, berkisar pada tahun 1986-94 dimana Ekonomi Perilaku mulai mendapatkan perhatian dari ahli Ekonomi Tradisional yang rata-rata penerima nobel, perdebatannya dibahas secara baik dan seru, menyajikan diskursus ekonomi tradisional dan ekonomi perilaku. Jika model Ekonomi perilaku yang dikembangkan di laboratorium membuatku skeptis, namun pengaplikasian Ekonomi perilaku dikehidupan sehari-hari ternyata sangat menarik. Misalnya tentang salah harga saham 3COM dan PALM yang terjadi sangat lama, ketika orang-orang tahu itu salah harga; beberapa malah memanfaatkannya sebagai arbitrase. Konsep tentang apakah harga sebuah barang atau jasa itu adil dikehidupan sehari-hari ternyata sangat bergantung pada konteksnya. Lalu, gagaimana “nudge” membuat orang menabung untuk hari tua, meningkatkan rasio pembayaran pajak, dan tingkat donor organ sangatlah menarik.

Buku ini memberikan pembahasan menyeluruh mengenai perkembangan Ekonomi Perilaku sebagai bidang studi, karena terbit pada tahun 2016, ada satu peristiwa penting untuk Ekonomi Perilaku yang tidak masuk, yaitu ketika Richard Thaler menerima hadiah Nobel Ekonomi di tahun 2017. Secara keseluruhan buku ini menarik untuk dibaca serta memberikan banyak tambahan informasi baru.

Aku membaca buku ini secara pararel dengan Gen: Perjalanan Menuju Pusat Kehidupan. Daniel Kahneman, Amos Tversky dan Richard Thaler bisa dikatakan seperti Jean-Baptiste Lamarck, Alfred Russel Wallace, dan Charles Darwin nya Ekonomi Perilaku tapi mereka masih belum menemukan Gregor Mendel. Ekonomi perilaku mungkin sadar adanya ketidaksinkronan antara teori tradisional dengan perilaku dikehidupan sehari-hari namun belum mempunyai mekanisme atau model yang bisa memprediksi krisis ekonomi dan finansial atau bahkan sekedar memprediksi kapan suatu buble akan muncul dan pecah. Ekonomi Perilaku masih sangat mungkin untuk berkembang di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts