Penugasan terakhir yang memerlukan kemampuan editing video adalah Tugas Aktualisasi Bela Negara. Tugas ini bersifat individual, tak seperti dua tugas sebelumnya (Visualisasi Bangsa dan Tokoh BerAKHLAK) yang dikerjakan secara berkelompok. Pembuatan video aktualisasi bela negara terdiri dari berbagai macam aspek, termasuk persiapan, proses produksi dan pengeditan, serta hasil akhirnya.
Persiapan
Isi video sebenarnya sudah sangat jelas, yaitu berupa kegiatan bela negara yang dilakukan oleh peserta di kehidupan sehari-hari baik di lingkungan rumah maupun kantor. Dalam tugas terpisah, kami sudah diminta mengumpulkan Rencana Aktualisasi Bela Negara yang berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan berikut dengan waktu maupun lokasinya.

Produksi
Dengan modal rencana aktualisasi yang sudah dibuat, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menentukan lokasi shooting yang sesuai untuk menciptakan suasana yang tepat dalam video mereka. Selain itu, pengguna juga harus menerapkan tema atau garis cerita agar video mereka menjadi lebih hidup dan interaktif.
Waktu yang diberikan untuk proses produksi ini sebenarnya sangat panjang yaitu 30 hari, ini menyesuaikan rentang waktu kegiatan aktualisasi yang rentang waktunnya juga 30 hari. Hanya saja melakukan kegiatan dengan memvisualisasikan kegiatan ke dalam video adalah hal yang berbeda. Memvisualisasikan sebuah kegiatan agar dapat dipahami oleh penonton tentunya memerlukan strategi tersendiri.
Pengambilan gambar untuk 1 jenis pekerjaan untuk kegiatan mematuhi peraturan berlalulintas misalnya perlu mengambil gambar dari beberapa sudut dan setiap adegan dilakukan beberapa kali. Selain itu konsistensi dan kontinuitas juga perlu diperhatikan agar visualisasi tidak terkesan palsu ataupun tidak masuk akal.
4M
Ditambah lagi salah satu persyaratan dalam pembuatan video ini adalah saya sebagai pemilik ide masih harus berperan sebagai objek yang direkam. Maka untuk proses perekaman video saya harus menyerahkannya kepada orang lain, itu semua termasuk mengatur kamera, mengatur cahaya, mengambil gambar memiliki cukup banyak materi untuk dipilih saat mengedit video.
Nah, mencari orang yang diberi tugas seperti ini agak sulit. Pertama, saya tidak mungkin membayar videografer profesional. Saya cuma menyiapkan 4M, bukan 4 milyar yaa, tapi Makasih Mas/Mba, Maaf Merepotkan..hehe.. Mencari orang yang mau diberi 4M sebenarnya tidak sulit, ada banyak yang bisa dimintai tolong. Problem kedua adalah tidak semua orang yang masuk kategori 4M punya kesabaran untuk mengambil video dari beberapa sudut dan beberapa kali. Bayangkan saja untuk video 10 detik, dengan beberapa sudut shoot perlu waktu setidaknya 20-40 menit untuk pengambilannya. Beruntungnya orang-orang dengan bayaran 4M ini ada banyak di kantor, beberapa bahkan punya intuisi kreatif yang lebih sehingga bisa menambah variasi stock video shoot. Inilah salah satu bentuk aktualisasi nilai BerAKHLAK pada point Harmonis dan Kolaboratif.

Editing
Proses editing adalah penggabungan potongan-potongan adegan ke dalam satu cerita yang komprehensif. Elemen-elemen visual seperti gambar, suara, warna, teks dan lainnya mulai digarap.
Suara Latar
Hal pertama yang selalu saya lakukan adalah memilih latar suara. Mengapa latar suara selalu di pilih pertama? Sebab latar suara menentukan sebuah cerita. Kalau latar suara nya mendayu-dayu pasti cerita sedih, kalau lagu upbeat yaa tentu saja cerita bahagia. Lagu yang saya pilih sebagai latar suara adalah “Koyo Jogja Istimewa” karya Ndarboy. Lagu ini lumayan ngetrend di tahun 2022 karena membawa banyak nilai sentimental bagi orang-orang yang pernah tertaut dengan Jogja. Satuan tempat saya bekerja juga berada di Yogyakarta dan bagi saya pribadi lokasi satker menjadi salah satu pertimbangan utama mengapa saya mau menjadi ASN. Sebagai editor tentunya ada keinginan untuk menyisipkan beberapa hal personal namun subtil dalam karya dihasilkan. Selain itu, secara objektif lagu ini punya pembawaan ceria dan optimis.
Text to Speech
Visual yang sederhana tentunya masih memiliki beberapa lubang besar, ada beberapa hal yang tak bisa disampaikan hanya melalui visual, disinilah peran pengisi suara berperan. Hanya saja, saya tak begitu percaya diri dengan suara saya. Setelah mencoba beberapa kali membaca narasi, kesimpulan yang didapat ialah suara saya kurang komersil. Logat medok terlalu kuat serta trebblenya terlalu tinggi alias cempreng. Saat melakukan riset seputar editing video, saya menemukan satu fitur yang menarik namun belum pernah saya aplikasikan ke dua video sebelumnya, fitur tersebut adalah text to speech. Fitur yang memungkinkan kita untuk mengkonversi teks menjadi suara. Fitur text to speech bawaan software editing (CapCut) masih terlalu robotic dan kurang natural. Akhirnya setelah melakukan pendalaman mengenai teknologi ini dapat lah aplikasi lain dengan kemampuan yang lebih mumpuni yaitu Voicemaker. Luaran suara dari aplikasi ini lebih terkesan natural dan tidak terlalu robotik.
Keuntungan penggunaan text to speech ini sangat terlihat ketika ada perubahan-perubahan narasi ketika proses editing hanya perlu merubah teks dan hasil audio bisa langsung didapatkan. Logat suara yang di dapatkan juga lebih menarik dan suara yang dihasilkan dari Voicemaker juga lebih berwibawa ketimbang suara asli saya sendiri.
Hasil Akhir
Hasil proses produksi video aktualisasi bela negara adalah sebagai berikut:
Evaluasi
Editing video aktualisasi bela negara ini baru selesai dalam perjalanan kereta api menuju cirebon, tepat satu hari sebelum saya menjalankan kegiatan latsar secara luring di Kadipaten, Majalengka. Tak ada waktu yang cukup untuk mempromosikan video ini ke khalayak ramai karena saya harus fokus penuh ke kegiatan latsar.
Jumlah waktu dan energi yang dikeluarkan untuk produksi video ini 10 kali lipat lebih besar dibandingkan video sebelumnya, sehingga secara kuantitatif video ini dapat dikatakan tidak terlalu sukses.
Teks to Speech yang ada di Video ini menjadi perhatian pembimbing dan rekan-rekan lain karena suaranya smooth. Well, thanks to technology, jadi mereka tidak perlu mendengarkan suara medok dan cempreng saya..hehe
___________________________________________________________________________________ Di Balik Tirai terinspirasi dari "Di Balik Tirai Aroma Karsa" karya Dee Lestari dan konten Behind The Scene yang ada pada film/tv series. Tujuannya adalah berbagi proses, tantangan, serta pertimbangan teknis maupun non teknis yang mempengaruhi output/produk/karya yang saya hasilkan.



