Berkaca dari pengalaman Video Visualiasi Bangsa, pada saat diminta membuat video kedua dengan tema Tokoh BerAKHLAK, kami tak lagi terlalu kebingungan. Pengalaman dan evaluasi dari Video Visualiasi Bangsa menjadi katalis proses video Tokoh BerAKHLAK.
Pertama, perlu dijelaskan apa itu BerAKHLAK. Akronim ini muncul di tahun 2021 sebagai fondasi budaya kerja ASN yang profesional. Dulunya, setiap Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki nilai-nilai dasar yang berbeda, meskipun semuanya berpedoman pada dasar hukum yang sama yaitu UU ASN. Penerjemahan UU ASN yang dengan nilai-nilai dasar atau core value yang berbeda ini berpengaruh pada paradigma, budaya dan cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, pada tahun 2021 Core Value untuk seluruh ASN Indonesia disamakan menjadi satu persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN.
BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Akronim ini biasanya digunakan bersamaan dengan employer branding ASN yaitu #Bangga Melayani Bangsa.
Nilai BerAKHLAK ini bahkan masuk menjadi penilaian kinerja loh. Artinya akronim ini tidak hanya sekedar jargon. Untuk itu semua ASN harus menginternalisasi nilai-nilai ini dalam diri dan mengaktualisasikannya dalam pekerjaan sehari-hari. Karena masih baru, jangan heran kalau kampanye BerAKHLAK ini sangat masif. Nah, salah satu upaya menginternalisasi core value ini adalah dengan memasukkan materi BerAKHLAK di kurikulum pelatihan dasar CPNS. Semua materi yang kami terima pada pelatihan dasar CPNS, end game-nya adalah menjadi insan yang BerAKHLAK.
Internalisasi ini diwujudkan dalam bentuk penugasan pembuatan video. Kami dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas 3 orang. Ketentuan untuk penugasan Video BerAKHLAK adalah sebagai berikut:
- Membuat Profil Tokoh yang menurut pandangan kelompok kami mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari;
- Jelaskan contoh pekerjaan atau sikap yang menunjukkan masing-masing nilai BerAKHLAK;
- Durasi Video kurang lebih 5 menit.
Di Balik Tirai
Merujuk pada pengalaman Video Visualiasi Bangsa, alur kerja yang kami lakukan secara teknis masih sama.


Brainstorming
Pemilihan tokoh yang akan diangkat merupakan salah satu tahapan penting. Membahas setiap nilai dalam core value BerAKHLAK artinya harus ada referensi yang cukup. Meskipun ada banyak tokoh / ASN namun dalam menyajikan informasi yang diakses publik maka perlu referensi yang mumpuni. Ada banyak tokoh yang sebenarnya mengaktualisasikan nilai BerAKHLAK namun minim referensi maupun pemberitaan. Pemilihan tokoh yang tidak di kenal publik tentu akan menyulitkan pengumpulan data dan fakta. Oleh karena itu untuk menghemat waktu dalam riset tokoh, kami memutuskan hanya memilih tokoh publik yang terkenal. Sebab tokoh-tokoh terkenal biasanya lebih sering muncul dalam pemberitaan, sehingga riset untuk nilai-nilai BerAKHLAK lebih mudah didapatkan.
Saat brainstorming ada 3 tokoh yang kami pikir telah mengaktualisasikan nilai BerAKHLAK. Ridwan Kamil, Anies Baswedan dan Ignatius Jonan kami anggap sebagai tokoh yang mengaktualisasikan nilai BerAKHLAK. Penilaian ini tentu saja baru penilaian secara cepat dan kualitatif. Oleh karena itu, kami kemudian melakukan riset cepat dengan mencari program, kebijakan, atau kegiatan yang sesuai dengan nilai BerAKHLAK. Riset cepat ini kami tuangkan ke dalam bentuk matriks.

Berdasarkan hasil riset cepat diatas, kami memilih satu tokoh untuk video profil berdasarkan kelengkapan nilai BerAKHLAK, menarik tidaknya tokoh tersebut bagi penonton, serta footage video yang paling banyak tersedia di Internet. Akhirnya,Ridwan Kamil terpilih menjadi tokoh yang kami angkat untuk Video BerAKHLAK.
Penggarapan Video
Ridwan Kamil sebagai sosok tokoh BerAKHLAK memiliki karakter yang unik. Meskipun serius dalam hal tertentu, sosoknya cenderung santai. Interaksi Ridwan Kamil di media sosial juga lebih cair ketimbang tokoh lain. Maka konsep video tokoh BerAKHLAK yang kami buat juga ingin menunjukkan sisi Ridwan Kamil yang humoris. Oleh karena itu pada bagian awal video ada jokes tentang Ridwan Hanif, salah satu reviewer otomotif yang sering di mention netizen karena dikira sebagai gubernur Jawa Barat, hanya karena namanya mirip. Kami menyelipkan pula momen ketika Ridwan Kamil menjadi bintang tamu di sebuah acara TV, dimana ia berperan sebagai satpam, lalu ditemui oleh Ridwan Kamil KW.
Ridwan Kamil yang aktif di sosial media juga membuat pengumpulan Footage video lebih mudah. Kami banyak mengambil footage video dari kanal media sosial beliau.
Untuk narasi voice over juga kami garap dengan lebih matang dengan mempertimbangkan pengalaman dari Video Visualiasi Bangsa. Kali ini suara bocor knalpot motor sudah tidak muncul.
Pemilihan latar suara juga menyesuaikan dengan daerah yang dipimpin oleh Ridwan Kamil yaitu Jawa Barat, kami ingin musik latar mewakili nuansa daerah namun juga tetap fresh. Akhirnya didapatlah latar suara berupa musik instrument dari Saung Angklung Udjo dan Lagu On My Way dengan kearifan lokal Jawa Barat garapan Eka Gustiwana yang berkolaborasi dengan artis lain. Pada penggarapan video ini juga kami telah pastikan di awal bahwa latar suara yang digunakan tidak terdeteksi sebagai copyright infringement.
Sebagai upaya promosi sekaligus membuat penonton penasaran, kami tidak menampilkan sosok tokoh BerAKHLAK sebagai sampul video. Bahkan caption video juga tidak kami beri penjelasan detail seperti halnya Video Visualiasi Bangsa. Caption yang kami buat hanyalah:
“Tamvan dan BerAKHLAK, siapakah dia? Let’s Check it out..”
Hasil Akhir
Berikut ini adalah Video Tokoh BerAKHLAK garapan kelompok kami
Evaluasi
Kualitas video meningkat apabila di bandingkan dengan Video Visualiasi Bangsa. Meskipun belum sempurna, namun banyak perbaikan yang dilakukan dalam video ini.
Jumlah viewer lebih sedikit, yaitu 1.700 an, namun proporsi penonton yang menonton hingga akhir jika dilihat dari analytics video rasionya meningkat. Setidaknya kami sukses menjaga agar penonton tidak kabur.
Tanggapan penonton juga positif, mendapatkan tanggapan bahwa video ini “beda” dari yang lain saja sudah membuat kami senang.
___________________________________________________________________________________ Di Balik Tirai terinspirasi dari "Di Balik Tirai Aroma Karsa" karya Dee Lestari dan konten Behind The Scene yang ada pada film/tv series. Tujuannya adalah berbagi proses, tantangan, serta pertimbangan teknis maupun non teknis yang mempengaruhi output/produk/karya yang saya hasilkan.



