The Dhandho Investor: The Low-Risk Value Method to High Returns by Mohnish PabraiMy rating: 3 of 5 stars
Rekomendasi buku ini kudapatkan dari beberapa akun Youtube finansial.
Membaca buku tentang investasi selalu dipengaruhi oleh background penulisnya. Bukan tentang background kepenulisannya tentunya, tapi tentang background investasinya. Monish Pabrai adalah warga negara Amerika keturunan India. Ia datang ke Amerika untuk Kuliah di jurusan teknik di Clemson University. Pabrai kemudian bekerja untuk perusahaan TI dan kemudian mendirikan perusahaannya sendiri. Dengan Modal 30K USD dari 401(k) dan hutang bank 70K ia sukses mengembangkan usahanya hingga terjual sebesar 20 Juta dollar di tahun 2000. Kredensialnya dalam mengembangkan bisnis tentu saja harus diakui. Yang menarik adalah bisnis Monish Pabrai bukanlah bisnis yang inovatif dan berimbas besar ala perusahaan start-up. Ia benar-benar hanya membuka bisnis yang sama persis seperti pekerjaannya dahulu. Inilah yang menarik, sebab probabilitas untuk menjadi the next Mark Zuckerberg, Bill Gates, ataupun Larry Page-Sergey Brin tentu amat sangat rendah.
Latar belakangnnya yang berasal dari India membuat ia mengemas bukunya dalam filosofi dan berbagai anekdot yang memiliki nuansa India. Dhando adalah kata dalam bahasa gujarat yang berasal dari Dhana atau Dana atau kekayaan, akhiran -do berarti membuat jadi Dhando dapat diartikan sebagai menumbuhkan kekayaan. Penulis memberikan beberapa kisah sukses Pengusaha/Investor Dhando, yang pertama adalah Patel Motel di Amerika, Etnis Patel datang ke Amerika karena dipersekusi ditempat asalnya atau mencari peruntungan. Tahun 60 an populasi Patel masih sangat langka, namun 35 tahun kemudian populasi Patel menguasai hampir setengah bisnis Motel di Amerika dengan Asset lebih dari 40 Milyar Dollar. Kisah kedua adalah kisah Richard Branson yang walaupun bukan orang India dan tidak punya pengetahuan tentang Dhando, namun cara bisnisnya persis seperti Dhando. Kisah ketiga adalah Lakshmi Mittal, pengusaha baja yang pernah jadi orang terkaya ketiga di Dunia, bisnis baja sendiri termasuk bisnis yang musiman, bisa jadi orang kaya nomor tiga setelah Bill Gates dan Warren Buffet hanya dari bisnis musiman tentu saja merupakan representasi Dhando.
Setelah kisah sukses tersebut, Mohnish Pabrai kemudian memberikan kerangka kerja Dhando. Ada 9 Point Dhando:
1. Beli/Invest pada bisnis yang sudah ada dan pernah terbukti bekerja dengan baik
2. Beli/Invest pada bisnis yang laju perubahannya sangat lambat (minim disrupsi)
3. Beli/Invest pada bisnis yang memenuhi syarat no. 1 dan 2, tetapi sedang mengalami kesulitan
4. Beli/Invest pada bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama
5. Jika penilaian resiko dan keuntungan yang didapat benar-benar menguntungkan, jangan ragu untuk invest dalam jumlah besar (BET HEAVILY WHEN THE ODDS ARE OVERWHELMINGLY IN YOUR FAVOR)
6. Fokus mengambil keuntungan dari selisih harga (FOCUS ON ARBITRAGE)
7. Beli/Invest pada bisnis yang memiliki selisih nilai antara harga jual dengan nilai intrinsiknya (salah harga)
8. Cari bisnis yang punya resiko kecil tapi memiliki ketidakpastian yang tinggi.
9. Tidak perlu jadi Inovator, cukuplah kamu jadi peniru.
Setelahnya Penulis kemudian menjabarkan secara rinci bagaiman 9 point tadi bekerja berdasarkan pengalaman penulis mengelola Hedge Fundnya atau Investor lain.
Membaca The Dhando Investor sebenarnya hanya membaca rangkuman falsafah investasi Warren Buffet atau Benjamin Graham dengan bahasa yang lebih sederhana dengan eufimisme dan analogi yang lebih fresh. Penulisnya sendiri mengakui bahwa ia tak punya ide original mengenai investasi ingat point ke-9, “Buat apa ?” Katanya, untuk jadi sukses sebagai pengusaha/investor itu tak perlu ide original, pakai saja metode yang sudah terbukti sukses. Dengan meniru usaha atau metode investasi yang sudah terbukti sukses kita lebih “hemat” waktu dan biaya.
Buku ini sangat cocok untuk orang yang tertarik investasi, namun minder dengan ketebalan buku The Intelligent Investor beserta tabel, grafik, dan analisis teknisnya. Buku ini tidak menawarkan sisi teknikal, namun lebih pada apa deksripsi dan cara kerja value investing untuk orang awam atau yang tidak paham finansial secara teknis.
View all my reviews



