“The Moment of Lift” karya Melinda Gates adalah buku yang benar-benar inspiratif dan membuka mata. Buku ini masuk ke dalam salah satu karya terfavoritku. Mendengar nama Melinda Gates pasti kebanyakan akan berfikir bahwa ia adalah mantan istri dari orang terkaya di dunia dan pendiri microsoft, Bill Gates. Orang-orang biasanya hanya berhenti disitu. Menganggap pencapaian terbesar Melinda hanyalah menjadi seorang istri dan janda yang menerima sejumlah uang yang besar. Namun perlu diketahui, Melinda Ann French- nama gadis Melinda Gates adalah lulusan sarjana Ilmu Komputer serta memiliki gelar Master Administrasi Bisnis dari Duke University. Secara Akademik pencapaian Melinda termasuk sangat baik. Pada masa tersebut, tak banyak perempuan yang mengambil Ilmu Komputer. Melinda pernah magang di IBM, mendapatkan tawaran kerja disana dan tawaran konsultan, namun ia memilih bekerja pada perusahaan teknologi yang lebih kecil, yaitu Microsoft. Melinda lalu merintis karirnya disana, berganti-ganti posisi dan berakhir menjadi General Manager of Information Products. Lagi-lagi, tak banyak perempuan yang berkarir di Microsoft ataupun perusahaan teknologi lainnya pada dekade itu. Karir Melinda melesat di Microsoft jauh sebelum ia kenal dekat dengan Bill Gates.

Pengalaman-pengalaman itulah yang menjadi alasan Melinda Gates mengapa sangat tertarik pada isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, bermula dari pengalamannya sendiri sebagai seorang perempuan di dunia yang biasanya didominasi oleh laki-laki. Selama berkarir di Microsoft, dia sering kali menjadi satu-satunya perempuan dalam ruang rapat, dan pengalaman tersebut membuka matanya terhadap berbagai bentuk diskriminasi dan hambatan yang harus dihadapi oleh perempuan.
How can we summon a moment of lift for human beings—and especially for women? Because when you lift up women, you lift up humanity.
Melinda Gates mengungkapkan bahwa alasan utama mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation adalah keinginannya untuk menggunakan kekayaan dan sumber dayanya untuk melakukan perubahan positif di dunia dan membantu orang-orang yang paling membutuhkan. Ia berpendapat pemberdayaan perempuan dan anak perempuan adalah kunci untuk mempercepat perubahan positif. Menurutnya ketidaksetaraan gender adalah hambatan terbesar untuk kemajuan, dan itu menjadi isu utama dalam pekerjaan yayasan yang didirikannya bersama Bill Gates.
Melinda berbagi banyak cerita dari pengalamannya langsung ataupun pengalaman organisasinya dalam melakukan pemberdayaan perempuan dan anak. Di awal pendirian Organisasi Filantropinya, Melinda dan Bill fokus pada upaya memperbaiki dunia dengan hitung-hitungan ala kapitalis, mereka ingin berinvestasi dengan modal sekecil-kecilnya dan keuntungan sebesar-besarnya. Maka investasi dengan Return of Interest yang terbesar adalah Vaksinasi.
Mereka menemukan (berdasarkan data dan keterangan para ahli) bahwa jutaan anak di seluruh dunia meninggal akibat penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Mereka beranggapan bahwa setiap anak harus memiliki akses ke vaksin yang bisa menyelamatkan hidup mereka, tanpa memandang di mana mereka dilahirkan. Vaksinasi juga memiliki manfaat ekonomi jangka panjang. Ketika anak-anak tetap sehat, mereka bisa pergi ke sekolah, belajar, dan tumbuh menjadi orang yang produktif. Ini pada gilirannya menyebabkan peningkatan ekonomi dan pengurangan kemiskinan.
Namun, Bill & Melinda Gates Foundation menyadari bahwa vaksinasi saja tidak cukup. Dalam tulisan di buku ini Melinda menjabarkan mengenai usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk mengangkat perempuan. Ia berbagi kisah dari berbagai Negara berkembang di dunia tempat Organisasi dan Mitranya bergerak. Mulai dari Kesehatan Bayi dan Ibu Hamil dan Menyusui, Keluarga Berencana, Pendikan bagi anak perempuan, Ketidaksetaraan dalam upah, Pernikahan anak, Bias gender pada bidang pertanian, dan kultur kerja bagi perempuan. Semua yang dibahas benar-benar membuka mata akan permasalahan yang ada. Ada banyak insight yang muncul dari buku ini.
Most of us fall into one of the same three groups: the people who try to create outsiders, the people who are made to feel like outsiders, and the people who stand by and don’t stop it.
According to the policymakers, people in extreme poverty are those living on the equivalent of $1.90 a day. But those numbers don’t capture the desperation of their lives. What extreme poverty really means is that no matter how hard you work, you’re trapped. You can’t get out. Your efforts barely matter. You’ve been left behind by those who could lift you up.
Aku sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh Bill dan Melinda Gates dalam memperbaiki dunia, mereka benar-benar memanfaatkan previlese yang mereka miliki untuk kebaikan banyak orang. Sesuatu yang benar-benar sangat menginsipirasi. Namun orang-orang ini kadang kalah pamor dibandingkan dengan ‘Crazy rich’ yang sering pamer barang mewah di sosial media. I reccomend everyone to read this book.



