Resensi: Pyschology of Money

Share the Post:
Teknologi yang kita miliki saat ini kita dapat memprediksi cuaca, fenomena antariksa, serta pergerakan dan interaksi atom dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Namun kita masih kesulitan memprediksi kapan krisis ekonomi selanjutnya bakal terjadi.
Image by Bruno Berardi from Pixabay

Buku ini memberikan pandangan yang lebih masuk akal bagi “manusia normal”. Pengelolaan keuangan ala homo economicus atau manusia ekonomi selalu menekankan pada rasionalitas serta asumsi bahwa setiap orang akan bertindak secara logis untuk memaksimalkan keuntungan. Asumsi tersebut tentulah tidak salah, pergerakan uang/investasi yang dilakukan banyak orang apabila diamati secara statistik akan memiliki pola tertentu yang rasional. Hanya saja penggerak dan pemilik uang tesebut adalah manusia, individu unik yang tentunya jauh dari sempurna.

Dunia sangat kompleks dan kemampuan berpikir secara rasional diri kita secara individu sangat terbatas. Dengan teknologi yang kita miliki saat ini kita dapat memprediksi cuaca, fenomena antariksa, serta pergerakan dan interaksi atom dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Namun para ahli bidang teori maupun praktisi kita masih kesulitan memprediksi kapan krisis ekonomi selanjutnya bakal terjadi.

Kesuksesan Finansial bukan sekedar intelegensia

Getting money and keeping money are two different skills

-Morgan Housel

Buku ini dibuka dengan kisah Ronald Read, petugas POM Bensin dan Pramubakti, namun membuat geger publik karena setelah ia meninggal, ia menyumbangkan 6 juta dollar untuk rumah sakit dan perpustakaan di kotanya. Total kekayaannya saat meninggal adalah 8 juta dollar. Tidak ada yang menyangka Ronald Read mempunyai kekayaan sebanyak itu karena memang tidak terlihat dari gaya hidupnya. Ia hidup dengan sangat sederhana dan tidak memiliki barang-barang mewah. Mayoritas aset Ronald Read adalah Saham Bluechips.

Soal Keterampilan, tentu banyak yang lebih terampil ketimbang Ronald, seorang dokter atau ahli fisika tentu memiliki keterampilan yang lebih berharga. Ronald Reid tak pernah bisa mengalahkan Dokter di ruang operasi ataupun ahli fisika nuklir dalam melakukan perhitungan fisika. Namun dalam hal investasi, Ronald Reid dapat dikatakan bisa mengalahkan mereka. Ronald Read disiplin dalam berinvestasi dan ini ia lakukan selama puluhan tahun.

Kesuksesan finansial didorong oleh perilaku. Perilaku bukanlah sesuatu yang mudah diajarkan. Menabung dengan rasio yang lebih banyak dibandingkan pengeluaran, berinvestasi pada saham bluechip tanpa memandang fluktuasi jangka pendek, dan memberi waktu pada investasi untuk berkembang adalah hal yang dilakukan Ronald Read. Namun bagi sebagian orang hal ini sangat sulit, bahkan oleh orang yang berkecimpung di dunia finansial.

Oposisi dari Ronald Read adalah Richard Fuscone, lulusan Harvard yang menjadi Eksekutif di Merrill Lynch. Gaji yang Richard peroleh sebagai eksekutif bank tentu lebih besar berkali-kali lipat lebih besar ketimbang Ronald Reid. Hanya saja, Richard menghabiskan uangnya untuk membeli properti mewah, ia memiliki mansion dengan luas bangunan 1600 meter persegi, 11 kamar mandi, 2 lift, 2 kolam renang, dan 7 garasi mobil. Biaya perawatan mansion mewahnya tersebut setiap bulannya mencapai 90.000 USD. Ketika krisis datang, ia tak bisa membayar biaya perawatan properti mewahnya, terpaksa mengajukan kebangkrutan di pengadilan, alasannya adalah ia sudah tak memiliki penghasilan sejak krisis finansial 2008 terjadi. Properti mewahnya tersebut akhirnya di jual dan harga jualnya jatuh.

Ini membuktikan bahwa kesuksesan finansial bukan sekedal intelegensia, Richard Fuscone jelas punya kemampuan intelektual yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih besar. Richard berperilaku boros sedangkan Ronald hidup berperilaku hemat. Inilah yang membuat perbedaan. Rich adalah apa yang bisa kamu beli, seseorang yang punya Ferrari jelas Rich, namun wealth adalah apa yang tersisa dari penghasilanmu, inilah yang jarang terlihat.

Ketenangan Batin Lebih Penting

Ketika para ahli ekonomi, manajer investasi, dan pemodal ventura yang punya pengetahuan, pengalaman, waktu dan sumberdaya saja kesulitan memprediksi dan mengalahkan pasar. Ketidakpastian bagi orang-orang tersebut merupakan kelaziman, Kita para manusia normal nasibnya bagaimana? Orang-orang yang dibayar untuk mengalahkan pasar sangat menyukai ketidakpastian dari ketidakpastian itulah kesempatan meraup keuntungan menjadi lebih besar, namun bagi orang yang memiliki pekerjaan di luar pasar saham dan investasi, ketidakpastian adalah mimpi buruk di malam hari. Buku ini memberikan pendekatan yang lebih mudah dipahami, yaitu investasi yang baik adalah investasi yang membuatmu nyaman ketika tidur di malam hari.

Daripada fokus untuk mengalahkan pasar dan memprediksi ekonomi masa depan, mengapa tidak dimulai dari hal yang paling mudah di kontrol, yaitu diri kita sendiri. Kekayaan adalah pendapatan yang tidak dibelanjakan. Kurangi belanja, lebih banyak menabung, terlepas dari kondisi pasar.

Meminimalkan Penyesalan di Masa Depan

Ketika tubuh menerima infeksi, maka respon dari tubuh untuk menyerang infeksi adalah dengan menaikkan suhu tubuh, demam adalah reaksi normal. Namun, kita tak berharap demam kan? jadi apa yang rasional belum tentu reasonable. Nah, begitu pula dengan investasi. Orang-orang yang bekerja di dunia finansial sudah nyaman dengan portfolio investasi yang negatif, bahkan negatif yang tinggi selama fundamentalnya kuat, namun kita tentu tak ingin portfolionya negatif.

Ada tujuh advise point dalam buku ini:

  1. Kurangi Ekspektasi: Harapkan bahwa semuanya tidak akan berjalan sesuai rencana. Kehidupan penuh dengan kejutan, baik positif maupun negatif. Saat kita bersikap realistis dan memahami bahwa terdapat hal-hal tidak selalu berjalan sesuai rencana, kita menjadi lebih tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan dan kesulitan yang mungkin muncul.
  2. Hindari Keputusan Impulsif: Sebagai manusia, kita cenderung membuat keputusan impulsif berdasarkan emosi, dan ini seringkali menjadi sumber penyesalan. Sebelum membuat keputusan besar, beri diri Anda waktu untuk berpikir dan mempertimbangkannya.
  3. Investasikan untuk Jangka Panjang: Buku ini menyarankan untuk berpikir jangka panjang ketika datang pada keputusan terkait keuangan dan investasi. Jika kita terlalu fokus pada hasil jangka pendek, kita mungkin akan membuat keputusan yang kita sesali di masa mendatang.
  4. Jadilah Fleksibel: Kita harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi ekonomi yang selalu berubah. Fleksibilitas juga berarti dapat memodifikasi rencana dan tujuan keuangan jika perlu. Kebanyakan penyesalan berasal dari ketidakmampuan kita untuk beradaptasi dengan perubahan.
  5. Belajar dari Kesalahan: Setiap kesalahan adalah peluang untuk belajar dan tumbuh. Alih-alih meratapi kesalahan, ambillah sebagai pelajaran untuk masa depan.
  6. Luangkan Waktu untuk Refleksi: Memiliki waktu sendiri untuk merenung dan merenung tentang kehidupan dan keputusan Anda dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik dan menghindari penyesalan.
  7. Jangan Bandingkan Diri Anda dengan Orang Lain: Buku ini menekankan pentingnya jangan melakukan perbandingan dengan orang lain. Perbandingan hanya akan memicu perasaan tidak cukup dan akhirnya menimbulkan penyesalan. Plan your journey and goals based on your capabilities and resources, not based on what others are achieving.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts