Resensi: Freakonomics

Share the Post:
Levitt dan Dubner mengangkat pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga dan mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana ekonomi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Sebagai pendengar setia Freakonomics Podcast serasa kurang afdol kalau belum baca bukunya, walaupun ketika podcast aku lebih akrab dengan suara Stephen Dubner, ternyata buku ini nafasnya berasal dari Steve Levitt.

Freakonomics berisi kumpulan artikel Steve Levitt dan Stephen Dubner yang diterbitkan di New York Times ataupun blog mereka di Freakonomics. Kekuatan buku ini adalah tidak adanya tema penyatu. Keuntungannya adalah seperti judul bukunya freakonomics, segala hal yang aneh namun menarik perhatian kedua penulis bisa masuk ke dalam buku ini. Buku membahas mengenai korelasi dan kausalitas Aborsi terhadap turunnya tingkat kriminal di Amerika Serikat, membahas mengenai hubungan antara pesumo dengan guru yang curang, mengapa Ku Klux Klan itu seperti kelompok agen properti, kenapa para penjual narkoba hidupnya masih menumpang di rumah orangtuanya, semua topik itu tidak ada keterkaitannya satu sama lain. Steve Levitt dan Stephen Dubner memberikan pendekatan yang berbeda dan sedikit nyentrik terhadap isu-isu tersebut, walaupun ketika mengkaitkan antara satu dengan yang lain untuk beberapa topik terasa seperti “totok gatuk” ataupun korelasi yang kebetulan.

Levitt dan Dubner mengemukakan bahwa legalisasi aborsi di Amerika Serikat yang terjadi setelah keputusan Mahkamah Agung dalam kasus Roe v. Wade pada tahun 1973 memiliki efek jangka panjang terhadap penurunan tingkat kriminalitas di tahun 1990-an. Alasan utama yang mereka berikan adalah bahwa legalisasi aborsi mengurangi jumlah bayi yang lahir dalam kondisi tidak diinginkan. Statistik menunjukkan bayi-bayi tersebut lebih mungkin tumbuh dalam lingkungan yang kurang menguntungkan dan berpotensi menjadi kriminal di kemudian hari. Dengan kata lain, mereka berargumen bahwa karena anak-anak yang berpotensi besar tumbuh menjadi kriminal tidak pernah dilahirkan, tingkat kriminalitas pun menurun.

Hal ini tentunya bisa di kritisi, sebab meskipun ada korelasi turunnya tingkat kriminalitas tidak hanya disebabkan oleh aborsi semata, melainkan juga akses terhadap kontrasepsi yang lebih luas dan kesadaran kelas menengah bawah pasca baby boomer untuk melakukan family planning atau delaying marriage. Sehingga menyebut aborsi sebagai kausalitas menurunnya kriminalitas memang agak tendensius. Penentangan terhadap tesis ini juga bersumber dari pertimbangan etis dan moral. Banyak orang akan merasa tidak nyaman dengan gagasan bahwa aborsi dapat dipandang sebagai alat kebijakan kriminal. Kritikus berpendapat bahwa manusia tidak seharusnya dianggap sebagai ‘biaya sosial’ yang dapat dieliminasi untuk keuntungan jangka panjang masyarakat.

Levitt dan Dubner berhasil mengangkat pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga dan mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana ekonomi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Meskipun tidak lepas dari kontroversi dan kritik, buku ini menjadi awal yang baik bagi siapapun yang tertarik untuk memahami ekonomi di luar definisi tradisionalnya. Steve Levitt dalam podcast selalu terdengar agak kaku dan malu-malu akan tetapi tulisannya ternyata bagus, style-nya berbeda dengan Dubner yang tulisannya lebih witty sama persis seperti tone aslinya di podcast. Buku ini berisi banyak hal yang trivial namun menarik, sangat sesuai sub judulnya: the hidden sight of everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts